VIP VS BIASA (bagian 2)

E-mail Cetak PDF

Pada kesempatan ini, saya ingin meneruskan tulisan sebelumnya VIP VS BIASA (bagian 1) dimana saya menggambarkan bahwa orang yang memiliki jabatan ataupun uang bisa memperoleh fasilitas-fasilitas yang lebih baik dibandingkan dengan yang didapatkan oleh orang “biasa” seperti fasilitas pesawat dan hotel ataupun perlakuan istimewa pada saat acara-acara resmi atau pernikahan.

Dengan adanya hal tersebut, orang menjadi berlomba-lomba untuk bisa menikmati fasilitas-fasilitas dan perlakuan istimewa tersebut, baik dengan jalan menjadi seorang pejabat ataupun berusaha untuk memiliki uang yang banyak. Hanya saja, adakalanya cara yang dilakukan tidak benar dan melanggar aturan. Misalnya saja ada seseorang yang diangkat menjadi pejabat karena faktor kedekatan dengan “orang penting” padahal orang tersebut tidak memiliki kemampuan untuk menduduki sebuah jabatan (Nepotisme). Hal lainnya adalah melakukan korupsi sehingga memiliki uang yang banyak untuk “membeli” fasilitas mewah yang ada. Sebut saja Gayus Tambunan, setelah dinyatakan korupsi dan ditelusuri harta kekayaannya ternyata jumlahnya sangat fantastis yang apabila dihitung-hitung secara logika dengan posisinya sebagai seorang PNS golongan III/a maka mustahil memiliki harta yang sangat banyak.

Selain fasilitas mewah, barang-barang bermerk pun menjadi salah satu yang dikejar oleh masyarakat karena dapat menaikkan status sosialnya. Seperti yang telah saya sebutkan pada tulisan sebelumnya, beberapa benda dianggap memiliki prestise sehingga orang yang menggunakan atau memiliki benda tersebut menjadi “berbeda” dan memiliki status sosial yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan orang lain. Oleh sebab itu, banyak orang yang “memaksakan” diri membeli barang-barang tersebut dengan cara gali lubang tutup lubang atau berhutang sana sini termasuk menggunakan kartu kredit. Apabila pengeluarannya lebih besar dibandingkan pendapatannya atau dalam pribahasa dikenal dengan istilah “besar pasak daripada tiang”, maka untuk menutupi hutang-hutangnya tersebut tidak sedikit orang melakukan tindak kriminal seperti pencurian, penipuan dan juga korupsi. Semua itu dilakukan untuk memenuhi gaya hidup yang mewah dan karena gengsi.

Tidak hanya orang tua atau orang yang sudah berkeluarga, banyak remaja yang “terjebak” cara-cara yang salah untuk mendapatkan barang-barang bermerk tersebut seperti menjual diri atau terlibat prostitusi, menjadi pengedar narkoba bahkan pernah ada cerita bahwa seorang remaja menjual organ tubuhnya yaitu ginjal hanya untuk membeli gadget keluaran terbaru yang saat itu sedang trend. Para remaja tersebut melakukan jalan pintas agar bisa memiliki barang-barang mewah sehingga mereka bisa “masuk dan diterima” ke dalam kelompok tertentu.


0 Komentar..
LAST_UPDATED2

Selanjutnya...

PENYEBARAN GURU UNTUK MEWUJUDKAN AKSES PENDIDIKAN YANG MELUAS, MERATA DAN BERKEADILAN DISELURUH WILAYAH INDONESIA

E-mail Cetak PDF

Kita jadi bisa menulis dan membaca karena siapa?
Kita jadi tahu beraneka bidang ilmu dari siapa?
Kita jadi pintar dididik pak guru, Kita bisa pandai dibimbing bu guru,
Gurulah pelita penerang dalam gulita, Jasamu tiada tara…

Kita pasti sudah mengetahui bahkan hapal dengan lirik lagu tersebut diatas. Lagu tersebut menggambarkan bahwa sebuah pendidikan tidak akan berjalan tanpa adanya seorang guru yang mengajarkan beraneka macam bidang ilmu kepada anak didiknya sehingga kehadiran seorang guru dalam dunia pendidikan sangatlah penting.

Terkait dengan hal tersebut diatas, untuk mewujudkan akses pendidikan yang meluas, merata dan berkeadilan maka menurut saya hal utama yang harus digaris bawahi dan diperhatikan adalah masalah pemerataan guru baik secara kualitas (mutu) maupun kuantitas (jumlah) di seluruh wilayah Indonesia.

Seperti kita ketahui, Indonesia merupakan negara kepulauan dimana wilayahnya terbentang luas dari Sabang hingga Merauke. Setiap daerah memiliki keunikan tersendiri, ada wilayah yang didominasi oleh gunung dan bukit, sungai, hutan, padang tandus dan lain sebagainya dan masing-masing memiliki tantangan tersendiri untuk dilalui dan dihadapi. Sudah banyak cerita bagaimana perjuangan seorang guru dan anak didik yang harus melalui rintangan-rintangan tersebut demi bisa mengajar dan mendapatkan ilmu.

Dengan adanya hambatan dan tantangan tersebut menyebabkan hanya sedikit orang yang mau dan sanggup untuk mengabdikan dirinya untuk mengajar di daerah-daerah terpencil bahkan mungkin jauh dari peradaban dengan fasilitas yang sangat minim. Jangankan gedung sekolah, bahkan tempat untuk mengajar yang sering disebut ruang kelas pun tidak ada. Jangankan komputer, bahkan alat tulis seperti buku dan pensil pun tidak ada.

Sebagai contoh adalah pengabdian dari seorang perempuan Indonesia keturunan Batak Toba, Sumatera Utara bernama Saur Marlina Manurung yang lahir di Jakarta, 21 Februari 1972 adalah perintis dan pelaku pendidikan alternatif bagi masyarakat terasing dan terpencil di Indonesia. Sebagaimana gadis Batak lainnya, ia biasa dipanggil "Butet" dan kini namanya lebih dikenal sebagai Butet Manurung.


0 Komentar..
LAST_UPDATED2

Selanjutnya...

JANGAN PERNAH BERHENTI UNTUK “BERMIMPI”

E-mail Cetak PDF

Tulisan yang saya buat kali ini terinspirasi dari acara Hitam Putih, yang tayang pada hari Selasa tanggal 4 April 2017. Meskipun saya tidak menontonnya dari awal dan hanya kebagian beberapa menit sebelum acara ditutup namun cukup berarti dan menjadi renungan untuk saya pribadi. Bintang tamu yang dihadirkan kali ini oleh Hitam Putih adalah seorang nenek yang ternyata masih punya keinginan untuk mendaki gunung dan target selanjutnya adalah mendaki gunung Sumbing. Beliau sudah lama ingin melakukan aktivitas mendaki gunung namun baru bisa terwujud sekarang setelah anak-anaknya sudah besar.

Sedangkan tamu lainnya adalah seorang kakek mantan binaragawan yang sampai saat ini masih kuat mengangkat barbel sekitar 12 kg sekaligus juga sebagai penghibur...beliau terlihat begitu bersemangat dan sering melontarkan gurauan sehingga membuat peonton tertawa. Ada jawaban unik ketika kakek tersebut ditanya apa rahasianya bisa seperti ini dan beliau jawab yang paling utama adalah jangan pernah berhenti untuk bernafas hehehehehe...

Selain kedua orang tersebut, Hitam Putih sering mengundang bintang tamu yang bisa menginspirasi siapapun yang melihatnya dan menjadi bahan renungan bagi saya pribadi. Saya pernah menuliskan tentang kakek berusia 78 tahun bernama Aris Widodo yang sudah berkeliling Indonesia (bahkan keluar negeri) hanya menggunakan sepeda (Baca : Hidup Hanya Sekali Jadi Harus Dinikmati). Sayang sekali, acara ini ditayangkan pada saat waktu shalat maghrib dan mungkin kalah oleh tayangan film-film India yang sedang booming hiks.


0 Komentar..
LAST_UPDATED2

Selanjutnya...

BEBERAPA ISTILAH DALAM SOSIOLOGI

E-mail Cetak PDF

Setelah iseng menuliskan tentang nasi box khusus para bos, saya pun melanjutkan tulisan dengan tema VIP VS Biasa (Bagian 1) yang menceritakan tentang keistimewaan yang bisa dimiliki oleh orang-orang penting seperti pejabat atau bos maupun fasilitas-fasilitas tertentu yang bisa diperoleh menggunakan uang. Namun sebelumnya, saya akan menuliskan beberapa istilah yang sempat saya sebutkan pada tulisan sebelumnya berdasarkan Kamus Sosiologi Prof. Dr. Soerjono Soekanto, S.H, M.A.

Class, Social (Kelas Sosial) diartikan sebagai :

1. Suatu kelompok sosial yang anggota-anggotanya mempunyai kedudukan ekonomis yang sama;

2. Suatu kelompok sosial yang anggota-anggotanya mempunyai persamaan kedudukan ekonomis, prestise, kedudukan pekerjaan, kekuatan, orientasi nilai dan ditandai adanya interaksi, serta kesadaran kelas.

Status (Kedudukan) diartikan sebagai :

1. Posisi dalam suatu hirarki;

2. Suatu wadah bagi hak dan kewajiban;

3. Aspek statis dari peranan;

4. Prestise yang dikaitkan dengan suatu posisi;

5. Jumlah peranan ideal dari seseorang.

Status, Social (Status Sosial) atau Status, General (Status Umum) diartikan sebagai prestise umum dari seseorang dalam masyarakat.
0 Komentar..


Selanjutnya...

VIP VS BIASA (bagian 1)

E-mail Cetak PDF

Terkait dengan tulisan saya sebelumnya tentang masalah nasi box khusus para bos, saya jadi teringat setiap kami mengadakan acara atau kegiatan baik yang diadakan digedung kantor ataupun dihotel maka kami akan menyiapkan “ruang VIP” bagi para bos ketika coffee break ataupun makan siang. Tujuannya adalah supaya mereka tidak perlu antri ketika akan mengambil hidangan yang disediakan. Selain itu, didalam ruang VIP tersebut disediakan meja dan kursi untuk makan sehingga mereka lebih nyaman ketika sedang menyantap makanan sambil mengobrol dengan para bos lainnya.

Hal ini berbeda dengan situasi diluar ruang VIP. Para peserta (yang pada umumnya adalah staf) harus mengantri untuk mengambil hidangan yang telah disediakan. Adakalanya peserta tidak kebagian makanan karena terlambat mengantri ataupun petugas catering tidak cepat menuang makanan ketempat yang sudah kosong. Selain itu, mereka tidak disiapkan meja dan kursi untuk makan, kalaupun ada namun jumlahnya sangat sedikit dan tidak sebanding dengan jumlah peserta sehingga mereka harus makan dimeja kelas.

Selain acara resmi dikantor, sebenarnya secara tidak langsung dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari memberikan “penghormatan kepada orang penting” dengan menyiapkan fasilitas yang berbeda dengan “orang biasa”. Kira-kira salah satu contoh gambarannya adalah seperti pada saat kita hadir di pesta pernikahan. Biasanya orang yang melaksanakan pesta pernikahan akan menyiapkan tempat khusus untuk tamu undangan khusus pula...entah untuk atasannya dikantor, pejabat atau orang terpandang di lingkungannya misalnya saja lurah atau camat dan lain-lain. Tempat khusus tersebut seperti ruang VIP yang sudah saya jelaskan diatas. Untuk masalah salaman dengan pengantin pun, mereka disiapkan “jalur khusus” sehingga tidak perlu mengantri seperti tamu lain pada umumnya dan tamu biasa yang sudah mengantri duluan pun diberhentikan sementara untuk memberi jalan bagi tamu khusus tersebut.


0 Komentar..
LAST_UPDATED2

Selanjutnya...

MOHON MAAF...NASI BOX INI KHUSUS UNTUK PARA BOS

E-mail Cetak PDF

Hari kelahiran merupakan momen khusus bagi sebagian orang, disatu sisi umur kita bertambah namun jangan lupa disisi lain sebenarnya “jatah” umur yang diberikan Tuhan kepada kita untuk hidup didunia ini berkurang. Banyak cara dilakukan orang untuk melewati momen ini...ada yang bersyukur dengan melakukan ibadah, merayakan bersama keluarga atau teman dengan cara makan bersama dan ada juga yang merayakannya dengan anak yatim maupun orang kurang mampu. Bahkan tidak sedikit orang yang merayakan pesta ulang tahunnya dengan meriah dan menghabiskan dana yang cukup fantastis. Apapun pilihan kita atau mereka, menjadi hak masing-masing individu yang bersangkutan.

Terkait dengan hal tersebut diatas, saya jadi tertarik untuk menuliskan tentang perayaan ulang tahun di kantor saya. Mungkin agak kurang kerjaan tapi mudah-mudahan bisa jadi bahan renungan bagi kita terutama untuk diri saya sendiri. Kira-kira mulai awal tahun ini saya mulai mengamati apa yang terjadi ketika seseorang diluar bagian saya berulang tahun khususnya jika ada “bos” yang berulang tahun. Di tempat saya bekerja ada 5 bagian yang memiliki tugas masing-masing dan tiap bagian memiliki 3 orang bos...anggap saja 1 bos besar (selevel manager) dan 2 bos kecil (selevel supervisor).

Khusus dibagian saya sendiri biasanya yang berulang tahun akan mentraktir teman-teman seruangan meskipun hanya sekedar gorengan, begitu juga dengan bos kami diruangan. Namun, entah mulai dari kapan dan entah siapa yang memulai duluan, saya perhatikan dari awal tahun ini jika ada “bos” dari bagian lain berulang tahun maka akan mengirimkan nasi box untuk ketiga bos kami. Yup hanya untuk ketiga bos kami sedangkan staf seperti saya dan teman-teman lainnya tidak dapat hehehehehe akhirnya kami hanya bisa meledek orang yang mengantarkan nasi box tersebut kenapa tidak dapat. Setelah beberapa kali kejadian, yang paling lucu menurut saya adalah ketika orang yang diminta mengantar keruangan saya dengan membawa 3 box nasi, sekretaris diruangan saya seperti sudah hapal dan selalu berkata “untuk para bos ya?”


0 Komentar..
LAST_UPDATED2

Selanjutnya...

MENGAPA HARUS MENDAFTAR SEKOLAH DARI SEKARANG?

E-mail Cetak PDF

Saat ini, anak saya Endry sudah berumur 5 tahun 6 bulan. Seperti sudah saya ceritakan sebelumnya, Endry sudah sekolah di Bimba AIUEO dan rencananya bulan Juni/Juli tahun ini akan saya masukkan ke Taman Kanak-kanak atau TK. Kebetulan di dekat rumah saya ada TK, meskipun tidak terlalu besar dan “tidak punya nama” alias tidak elite namun bagi saya yang penting sekolahnya dekat rumah toh baru TK ini hehehehe buat apa membayar mahal untuk sekolah TK.

Tahun ajaran baru biasanya dimulai pada bulan Juni atau Juli dan saya berfikir nanti saja sekitar bulan Mei saya akan mendaftarkan Endry ke TK. Namun, sudah beberapa minggu ini ibu saya selalu menceritakan hal yang sama yaitu ada tetangga yang selalu menanyakan Endry akan sekolah di TK mana...dalam hati saya ngapain juga ini orang tanya-tanya, waktu anaknya sekolah juga saya tidak kepo dia mau menyekolahkan anaknya dimana. Ibu saya bilang dia merekomendasikan TK ditempat anaknya sekolah, katanya sih bagus. Lalu saya bilang ke ibu minta tolong dibawakan brosurnya supaya bisa saya baca-baca dahulu dan tahu persis tempatnya dimana namun tidak juga dibawakan dengan alasan lupa.


0 Komentar..
LAST_UPDATED2

Selanjutnya...

PENGELOLAAN ARSIP BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009

E-mail Cetak PDF

Setelah kita berkenalan dengan istilah-istilah dalam kearsipan, sekarang saya akan melanjutkan pembahasan mengenai pengelolaan arsip berdasarkan Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Dalam tulisan kali ini, saya akan tetap menuliskan definisi istilah dalam kearsipan untuk sekedar mengingatkan dan kita dapat lebih memahami penjelasannya.

Pengelolaan Arsip dibagi menjadi 2 (dua), yaitu :

1. Pengelolaan Arsip Dinamis

Arsip Dinamis adalah arsip yang digunakan secara langsung dalam kegiatan pencipta arsip dan disimpan selama jangka waktu tertentu. Berdasarkan uraian tersebut, arsip dinamis merupakan arsip/berkas/dokumen yang kita gunakan sehari-hari, misalnya saja yang berkaitan dengan arsip pribadi seperti KTP, Kartu pelajar/mahasiswa, SIM, STNK. Jika dikaitkan dengan pekerjaan misalnya saja dokumen kontrak/perjanjian kerjasama atau perjanjian jual-beli, surat-surat yang berkaitan dengan pekerjaan dll.

2. Pengelolaan Arsip Statis

Arsip Statis adalah arsip yang dihasilkan oleh pencipta arsip karena memiliki nilai guna kesejarahan, telah habis habis retensinya, dan berketerangan dipermanenkan yang telah diverifikasi baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Arsip Nasional Republik Indonesia dan/atau Lembaga Kearsipan. Yang termasuk dalan arsip statis dan saat ini disimpan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) seperti Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dan dokumen atau perjanjian lainnya yang berkaitan dengan sejarah Bangsa Indonesia.

LAST_UPDATED2

Selanjutnya...

BERKENALAN DENGAN ARSIP

E-mail Cetak PDF

Dalam kehidupan manusia, kita selalu berhadapan atau memiliki arsip/berkas/dokumen penting yang berkaitan dengan bukti identitas diri seperti akta kelahiran, KTP, buku nikah; bukti kepemilikan benda seperti BPKB, surat tanah atau rumah; dan lain-lain. Namun adakalanya (sebagian dari) kita tidak atau kurang peduli dengan hal-hal tersebut, padahal dokumen-dokumen tersebut sangatlah penting nilainya.

Sebagai gambaran pentingnya sebuah arsip/dokumen, misalnya saja banyak kasus sengketa tanah karena kedua belah pihak “merasa” memiliki bukti berupa surat tanah yang sah dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang. Namun pada akhirnya, salah satu pihak akan kalah dan mengalami kerugian karena ternyata bukti tersebut kurang kuat di mata hukum. Kasus lain adalah buku atau surat nikah, bagi pasangan yang menikah tanpa melaporkan pernikahannya ke Kantor Urusan Agama (KUA) dan tidak memiliki buku nikah, apabila terjadi sesuatu hal, sangat sulit (terutama pihak perempuan) untuk menuntut hak (misal nafkah) kepada suaminya karena tidak ada dokumen bahwa mereka sudah menikah.

LAST_UPDATED2

Selanjutnya...

INFO BUKU : DON'T TOUCH ME

E-mail Cetak PDF

Pelecehan Seksual? Ups...dengarnya saja bergidik!

Korban pelecehan seksual? Iiih...nggak banget deh!

Eit...tapi siapa yang tahu kita terbebas dari monster –baca : orang usil yang hobi melecehkan perempuan—yang bertebaran itu. Bukankah mereka dekat sekali dengan kita. Bahkan kadang satu sekolah, sekampus, sekantor, serumah atau malah duduk bersebelah.

Tidak hanya bicara tentang pelecehan seksual dengan ringan, dalam buku ini kita diajari cara mendeteksi, proteksinya dan tentu saja solusinya. Rasanya tak harus menunggu jadi korban untuk membaca buku ini.


0 Komentar..

LAST_UPDATED2

Selanjutnya...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL