Jalan-jalan ke Keraton Solo

Cetak

“Bengawan Solo…riwayatmu kini…”

Alhamdulillah akhirnya dapat kesempatan perjalanan dinas ke Solo, meski 4 tahun kuliah di Yogyakarta tapi belum pernah sekalipun saya ke Solo padahal jarak tempuh Jogja – Solo hanya sekitar 1 jam-an. Seperti biasa, setelah menyelesaikan tugas pelatihan, saya dan teman-teman berbelanja mencari oleh-oleh khas kota solo baik berupa makanan ataupun cinderamata untuk keluarga ataupun tetangga di sekitar rumah.

Pusat belanja tradisional yang terkenal di Solo adalah Pasar Klewer, saya tidak tahu persis kenapa pasar tersebut diberi nama Klewer, mungkin ada kejadian atau tempat itu memiliki ciri khas tertentu sehingga nama tersebut dipakai. Saat itu kami menginap di The Sunan Hotel Solo & untuk mencapai pasar Klewer, kami memilih untuk naik taksi.

Ternyata kami datang terlalu pagi, pasar tersebut masih terlihat lenggang & baru beberapa toko saja yang buka. Akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan terlebih dahulu ke Keraton Solo yang letaknya tidak terlalu jauh dari pasar tersebut. Harga karcis untuk masuk keraton cukup terjangkau bahkan untuk ukuran kantong pelajar.

Peta Keraton Solo

 

Untuk mengelilingi keraton, kita akan dipandu oleh seorang guide yang menjelaskan setiap detail isi keraton, sejarah serta silsilah keluarga keraton Mataram. Kita juga diperbolehkan bertanya mengenai hal-hal yang menarik perhatian kita. Untuk memasuki kawasan keraton bagian dalam, kita disarankan untuk membuka alas kaki karena kita akan memasuki kawasan berpasir. Adapun tujuannya karena pasir tersebut diambil dari laut selatan dan dipercaya bermanfaat bagi kesehatan. Selain membuka alas kaki, pengunjung juga diharuskan berpakaian rapi sehingga bagi turis-turis asing yang biasanya hanya menggunakan celana pendek dan singlet/tanktop tidak diperkenankan masuk, namun disana telah disediakan pakaian dan kain batik untuk menutupi bagian tubuh yang terbuka untuk digunakan oleh pengunjung yang "dianggap" tidak berpakaian sopan.

Silsilah Dinasti Mataram

Selain berkeliling, kita juga mendapatkan informasi mengenai kegiatan-kegiatan apa saja yang sering dilakukan oleh pihak keraton, baik acara khusus keluarga keraton maupun untuk masyarakat umum. Sedangkan dilihat dari segi fisik bangunan, ada beberapa patung atau hiasan yang bernuansa eropa menghiasi sekeliling keraton. Ketika kami tanya, ternyata hiasan tersebut merupakan hadiah dari negara asing

 

Khusus wilayah bagian dalam gedung keraton, pengunjung tidak diperkenankan untuk masuk karena tempat tersebut merupakan wilayah pribadi bagi Raja beserta keluarganya. Namun dari luar, pengunjung diperbolehkan untuk mengabadikannya dalam bentuk foto ataupun video untuk dokumentasi. Selain itu kita juga diajak berkeliling untuk melihat-lihat koleksi benda-benda bersejarah.

Selain berkeliling di daerah sekitar keraton, kita juga bisa menikmati tempat wisata lain dengan menggunakan dokar/andong (sebutan untuk kereta kuda) yang sudah parkir di luar gerbang keraton. Namun karena keterbatasan waktu, kami tidak bisa melanjutkan perjalanan ketempat lain, kami hanya sempat berbelanja baju-baju batik dan makanan di pasar Klewer. Selain baju dan makanan, anda dapat membeli hiasan yang terbuat dari akar wangi yang di kreasi dalam beraneka bentuk sepeti kura-kura, gajah, singa, dinosaurus dan ada pula bentuk kupu-kupu yang dijadikan gantungan kunci, sebagai oleh-oleh atau menambah koleksi lemari anda. Cinderamata tersebut cukup menarik dan murah harganya asalkan kita pandai untuk tawar menawar harga.

Selamat menikmati Kota Solo... Smile

http://pin.blog.uns.ac.id/2011/05/18/pengumuman-50-finalis-blog-contest/

Komentar

Tampilkan/Sembunyikan Form Komentar