Tingkatkan Kewaspadaan Kita Terhadap Penyakit Kaki Gajah (Filariasis)

E-mail Cetak PDF

Filariasis

Pada tahun 2009 yang lalu, Pemerintah Kota Depok melakukan pengobatan massal penyakit kaki gajah yaitu dengan membagikan obat gratis berupa DEC (Dietilkarbamasin/diethylcarbamazine), Albendazole dan parasetamol yang jumlahnya ditentukan berdasarkan usia. Pengobatan tersebut ditujukan bagi seluruh masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah Kota Depok tanpa terkecuali. Sebagai warga yang bertempat tinggal di wilayah Kota Depok, saya dan keluarga pun tidak luput dari program pengobatan tersebut. Kami mendapatkan obat yang benar-benar diberikan secara gratis.

Selain pengobatan massal, Dinas Kesehatan Kota Depok juga membagikan brosur yang berisikan anjuran agar masyarakat waspada terhadap penyakit kaki gajah ini. Di dalam brosur yang dibagikan tersebut dijelaskan mengenai segala hal yang berkaitan dengan penyakit kaki gajah bahkan di dalam brosur tersebut dicanangkan bahwa ‘mulai tahun 2008 sampai 2012 seluruh warga Depok (usia > 2 tahun - < 65 tahun) minum obat filariasis secara serentak’. Hal tersebut memunculkan pertanyaan mengapa Pemerintah Kota Depok begitu memperhatikan penyakit ini sehingga masyarakat harus minum obat filariasis secara serentak sehingga mendorong saya untuk mencari informasi lebih mendalam berkaitan dengan penyakit kaki gajah ini.

Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis) masuk dalam kategori penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi cacing Filaria yang ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Mansonia, Aedes & Armigeres, baik yang berada di lingkungan rumah, tanaman air, saluran air, hutan (bakau), rawa-rawa dan juga sawah sehingga Filariasis dapat menular dengan sangat cepat. Nyamuk yang menghisap darah (yang terinfeksi dan mengandung larva mikrofilaria) dari orang yang telah terjangkit penyakit tersebut akan menularkan pada orang lain apabila nyamuk yang terinfeksi menggigit atau menghisap darah orang yang masih sehat tersebut.

Filariasis2

Berbeda dengan penyakit demam berdarah dan malaria yang dapat menyebabkan kematian dalam jangka waktu yang relatif cepat apabila terlambat ditangani, penyakit kaki gajah bersifat menahun (kronis) dimana perkembangannya baru dapat dirasakan setelah jangka waktu cukup lama. Apabila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran pada kaki, lengan dan alat kelamin baik laki-laki maupun perempuan. Meskipun tidak menyebabkan kematian secara langsung namun penyakit ini dapat “membunuh secara perlahan” bagi penderitanya, mengapa demikian?

kaki-gajahPembesaran yang terjadi pada bagian tubuh tersebut dapat menimbulkan rasa malu atau rendah diri bagi penderitanya karena bentuknya yang tidak proporsional (besar seperti kaki gajah) serta mengganggu aktifitas sehari-hari karena keterbatasan dalam bergerak. Rasa malu itu akan lebih terasa apabila orang tersebut tinggal dilingkungan yang masih percaya pada hal-hal mistis atau takhayul sehingga dikaitkan dengan sebuah kutukan, terkena guna-guna dan lainnya. Dampak selanjutnya adalah orang tersebut bisa dikucilkan dan dijauhi oleh masyarakat disekitarnya atau bahkan dibuang karena dianggap bisa “membawa sial”.

Dr. Solah (ahli epidemiologi) berpendapat bahwa ‘seseorang yang sudah menderita kaki gajah atau yang kakinya sudah bengkak luar biasa, tidak bisa menularkan penyakitnya lagi. Justru mereka yang kelihatan sehat dan belum mengalami pembengkakan tapi memiliki larva mikrofilarialah yang bisa menularkan penyakit itu pada orang lain’. Masalahnya adalah kita tidak pernah bisa tahu orang sehat mana saja yang sudah terinfeksi larva mikrofilaria padahal setiap hari nyamuk berkeliaran di sekitar kita. Untuk itu sebisa mungkin kita menghindar dari gigitan nyamuk dimanapun dan kapanpun juga karena seperti telah disebutkan diatas bahwa penyakit ini dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk.

Gejala dan tanda Filariasis

  • Demam berulang-ulang 1 – 2 kali atau lebih setiap bulan selama 3-5 hari terutama bila melakukan pekerjaan yang berat. Demam dapat hilang atau sembuh sendiri bila penderita cukup istirahat dan bahkan tanpa meminum obat.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit
  • Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis)
  • Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah
  • Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema)


Sedangkan gejala kronis dari penyakit kaki gajah yaitu berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).

Pemeriksaan Diagnostik Penyakit Kaki Gajah

Penyakit kaki gajah ini umumnya terdeteksi melalui pemeriksaan mikroskopis darah, Sampai saat ini hal tersebut masih dirasakan sulit dilakukan karena microfilaria hanya muncul dan menampilkan diri dalam darah pada waktu malam hari selama beberapa jam saja (nocturnal periodicity).

Selain itu, berbagai methode pemeriksaan juga dilakukan untuk mendiagnosa penyakit kaki gajah. Diantaranya ialah dengan system yang dikenal sebagai Penjaringan membran, Metode konsentrasi Knott dan Teknik pengendapan.

Metode pemeriksaan yang lebih mendekati kearah diagnosa dan diakui oleh pihak WHO adalah dengan jalan pemeriksaan sistem "Tes kartu", Hal ini sangatlah sederhana dan peka untuk mendeteksi penyebaran parasit (larva). Yaitu dengan cara mengambil sample darah sistem tusukan jari droplets diwaktu kapanpun, tidak harus dimalam hari.

Penanganan dan Pengobatan Penyakit Kaki Gajah

Tujuan utama dalam penanganan dini terhadap penderita penyakit kaki gajah adalah membasmi parasit atau larva yang berkembang dalam tubuh penderita, sehingga tingkat penularan dapat ditekan dan dikurangi.

Dietilkarbamasin {diethylcarbamazine (DEC)} adalah satu-satunya obat filariasis yang ampuh baik untuk filariasis bancrofti maupun malayi, bersifat makrofilarisidal dan mikrofilarisidal. Obat ini tergolong murah, aman dan tidak ada resistensi obat. Penderita yang mendapatkan terapi obat ini mungkin akan memberikan reaksi samping sistemik dan lokal yang bersifat sementara dan mudah diatasi dengan obat simtomatik.

Dietilkarbamasin tidak dapat dipakai untuk khemoprofilaksis. Pengobatan diberikan oral sesudah makan malam, diserap cepat, mencapai konsentrasi puncak dalam darah dalam 3 jam, dan diekskresi melalui air kemih. Dietilkarbamasin tidak diberikan pada anak berumur kurang dari 2 tahun, ibu hamil/menyusui, dan penderita sakit berat atau dalam keadaan lemah.

Namun pada kasus penyakit kaki gajah yang cukup parah (sudah membesar) karena tidak terdeteksi dini, selain pemberian obat-obatan tentunya memerlukan langkah lanjutan seperti tindakan operasi.

Pencegahan penyakit kaki gajah

  1. Menghindari gigitan nyamuk dengan cara : Tidur menggunakan kelambu , Lubang angin (ventilasi) rumah ditutup kawat kasa halus, Memasang obat nyamuk, serta Memakai obat gosok anti nyamuk dimanapun anda berada.
  2. Memberantas nyamuk dengan cara : Membersihkan tempat-tempat perindukan nyamuk dengan 3 M (Menguras, Menutup dan Mengubur), Melakukan penyemprotan untuk membunuh nyamuk dewasa, Mengikuti program pengobatan massal filariasis di puskesmas, Memeriksa diri ke puskesmas atau dokter bila tetangga atau keluarga ada yang terkena penyakit kaki gajah.

Bagi penderita penyakit kaki gajah/filariasis yang sudah cacat memang sudah sulit untuk disembuhkan namun bukan berarti mereka tidak memerlukan perawatan. Perawatan tersebut ditujukan untuk mengurangi penderitaannya. Hal-hal yang dapat dilakukan adalah membersihkan bagian tubuh yang membengkak secara rutin dengna air dan sabun serta memberikan obat-obatan sesuai anjuran petugas kesehatan/puskesmas.

Selain yang bersifat medis, kita juga harus tetap memberikan dukungan semangat sehingga mereka tidak menjadi minder dengan keadaannya itu. Yakinkan bahwa dengan keterbatasannya tersebut mereka bisa berkarya dan melakukan hal bermanfaat bagi orang lain. Bagi yang sehat, kita harus waspada agar penyakit tersebut tidak menghampiri keluarga kita.

 

Referensi :

Brosur Pengobatan Massal Penyakit Kaki Gajah yang diperbanyak oleh Seksi P2P Dinas Kesehatan Kota Depok

http://www.infopenyakit.com/2009/01/penyakit-kaki-gajah-filariasis-atau.html

http://health.detik.com/read/2009/11/18/183018/1244298/763/cara-menghindari-penyakit-kaki-gajah

 

Komentar

Saya baru mengetahui kalo ada jenis penyakit namanya kaki gajah (filariasis) . Saya berharap semoga penyakit ini ada obatnya.
B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Nama *
Email (tidak ditampilkan)
URL
Code   
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Kirim Komentar
Batal
avatar teakoes
0
 
 
Yup karena ga "membunuh" secara cepat kayak demam berdarah jd mungkin dianggap ga terlalu membahayakan shg kurang sosialisasinya ke masyarakat.
Mudah2an tulisan ini menambah pengetahuan anda...kita berbagi informasi ya :)
B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Nama *
Email (tidak ditampilkan)
URL
Code   
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Kirim Komentar
Batal
Wuihh,,ngeri banget saya lihat gambar di atas...oww,,ternyata penyebab kaki gajah tuh berasal dari nyamuk ya..saya baru tau...
B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Nama *
Email (tidak ditampilkan)
URL
Code   
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Kirim Komentar
Batal
Tampilkan/Sembunyikan Form Komentar