INOVASI TIADA HENTI MENUJU MASYARAKAT BERKEHIDUPAN MANDIRI

E-mail Cetak PDF

Di era globalisasi dan pasar bebas seperti sekarang ini, persaingan di bidang ekonomi semakin hari semakin ketat. Untuk tetap bisa survive dalam persaingan tersebut, selain bekerja lebih keras, kita juga dituntut untuk selalu berfikir kreatif dan menciptakan inovasi sehingga bisa memperoleh hasil yang lebih baik. Kreativitas menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia untuk menciptakan sesuatu yang berbeda, unik dan spesial sehingga tidak terlihat biasa-biasa saja dimata orang lain. Untuk bisa berfikir kreatif dan menciptakan inovasi, tidak ada salahnya jika kita “berfikir diluar kotak” (thinking outside the box).

Seperti kita kita ketahui, susahnya memperoleh pekerjaan terjadi karena jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja. Hal ini berdampak pada tingginya tingkat pengangguran di negara kita sehingga banyak orang yang kemudian memutuskan untuk bekerja keluar negeri menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) ataupun TKW (Tenaga Kerja Wanita) meskipun dengan resiko yang sangat besar.

Namun, diantara sekian banyak orang yang lebih memilih untuk menjadi pegawai atau karyawan, ternyata ada sebagian kecil orang yang berhasil menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain melalui hasil kreativitas dan inovasi yang diciptakannya. Orang-orang tersebut sangat jeli dalam melihat dan menangkap peluang yang mungkin sama sekali tidak pernah terfikirkan oleh orang lain karena mereka mampu “berfikir diluar kotak”.

Saat ini banyak sekali orang-orang terampil yang dapat merubah sampah atau barang-barang yang menurut orang lain sudah tidak berguna namun dengan sentuhan ajaib tangannya barang tersebut dapat menjadi barang berguna bahkan bernilai ekonomis tinggi. Contohnya saja pengolahan sampah plastik bekas bungkus minuman ataupun indomie yang dapat disulap menjadi aneka kerajinan tangan seperti tas, dompet, tempat pensil dan lainnya seperti yang dilakukan oleh Ibu Fajar Purwaningsih di Bantul, Yogyakarta. Sampah-sampah plastik limbah telah berhasil disulapnya menjadi aneka kerajinan yang memiliki nilai seni dan ekonomis.

Memulai usaha pengolahan sampah plastik menjadi kerajinan bukanlah perkara yang mudah. Banyak orang yang sinis bahkan menghina saat dia mencari-cari sampah bekas, bahkan anaknya pun sempat bertanya apakah dia bekerja sebagai pemulung. Tetapi semua itu hanya cerita lalu, sekarang justru banyak orang yang ingin belajar darinya cara membuat kerajinan sampah plastik yang bernilai ekonomis dan seni yang tinggi. Bahkan beliau malah harus sering keluar rumah untuk memberi penyuluhan, pembelajaran bagaimana cara membuat kerajinan daur ulang ini kepada pihak-pihak yang mengundangnya untuk memberi pelatihan seperti kelompok PKK atau darma wanita, lembaga sekolah.

Selain sampah plastik, di tangan Nur Handiah Jaime Taguba, kulit kerang simping atau capiz shell tak lagi hanya sampah. Dengan kreativitasnya, kulit kerang yang bertebaran di pantai Cirebon, Jawa Barat, itu menjadi berbagai perkakas bernilai dollar AS. Pemilik Perusahaan Multi Dimensi Shell Craft ini yang mampu membawa kulit kerang pantura menembus dunia. Setiap bulannya perusahaan yang ia pimpin bisa mengirim sekitar dua kontainer kerajinan ke pasar internasional. Sebuah volume ekspor yang tidak kecil bagi pengusaha yang memulai usaha dari nol ini.

Selain mengurangi sampah yang selalu saja menjadi permasalahan pelik terutama di kota-kota besar karena dapat mencemari lingkungan (pencemaran tanah, air dan udara), kegiatan yang dilakukan orang-orang kreatif tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang disekitar lingkungannya. Pada awalnya mungkin memang dikerjakan sendiri atau bersama keluarganya saja, namun seiring berjalannya waktu dan terbukanya peluang pemasaran untuk produk yang dihasilkannya maka otomatis mereka akan membutuhkan tambahan tenaga kerja yang diambil dari masyarakat sekitar.

Dampak lebih lanjutnya sudah pasti dapat kita ketahui. Dengan terbukanya lapangan pekerjaan tersebut maka orang-orang yang tadinya tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap, akhirnya dapat menghidupi baik dirinya sendiri maupun keluarganya. Dengan penghasilan yang diperolehnya itu maka masyarakat bisa lebih hidup layak dalam memenuhi kebutuhan sekunder seperti sandang, pangan dan juga papan. Selain itu, mereka juga dapat membiayai sekolah anak-anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.

Selain inovasi yang telah dilakukan oleh kedua perempuan hebat tadi, apabila ada beberapa persen orang Indonesia yang melakukan hal kreatif dan menciptakan inovasi di segala bidang, baik teknologi, karya seni, pengolahan sampah (plastik, botol, kayu, kerang), pengolahan produk makanan (bibit unggul tanaman) dan lain-lain sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan maka masalah pengangguran di Indonesia akan sedikit teratasi. Pada akhirnya akan meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat serta menekan angka kriminalitas akibat kemiskinan. Selain itu, tingkat ketergantungan kita terhadap negara lain akan berkurang karena kita dapat menciptakan dan menghasilkan produk dalam negeri yang sama kualitasnya sehingga mendorong kita untuk lebih hidup mandiri tanpa produk-produk impor dari luar negeri.

Untuk inovasi dalam bidang teknologi, Universitas Indonesia akan mengadakan kegiatan Computer Festival 2011 yaitu sebuah One Stop IT Event karya mahasiswa/i Fakultas Ilmu Komputer pada tanggal 24 – 26 Juni 2011 di fX Lifestyle X’nter dan @america Pasific Place. Akan ada berbagai macam kompetisi, workshop, seminar, entertainment dan exhibition. Untuk informasi lebih lanjut, anda bisa mengunjungi situsnya di www.compfest2011.com

Dengan adanya kegiatan positif yang dilakukan mahasiswa/i Fakultas Ilmu Komputer UI tersebut, mari kita tingkatkan inovasi anak bangsa menuju pengakuan Internasional. Untuk itu, saya mengajak para pembaca menghadiri dan memeriahkan acara Computer Festival 2011 karena banyak ilmu dan manfaat yang bisa kita peroleh (http://compfest2011.com/#?id=n1).

Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mendukung dan menghargai inovasi karya anak bangsa :-)

 

Sumber bacaan :

www.compfest2011.com

Kerajinan Sampah Plastik (http://indojaya.com/hobi/kerajinan-tangan/1194-kerajinan-sampah-plastik.html)

Meraup Dollar AS Dari Kulit Kerang (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/06/14/15080225/Meraup.Dollar.AS.dari.Kulit.Kerang)

 

http://www.compfest2011.com/pesertablogging.php

Komentar

avatar musab
0
 
 
PERTAMAXXX..

thanks bro dah di kunjungi... nice web.. :D
avatar fendi
0
 
 
selamat pagi....ini yang aku cariii
avatar ares gratis
0
 
 
It's truly very complicated in this busy life to listen news on Television, therefore I only use internet for that reason, and obtain the hottest information.
Hurrah, that's what I was exploring for, what a stuff! existing here at this blog, thanks admin of this website.
avatar mastok
0
 
 
yg disebut mampu bertahan hidup adalah mereka yg berusaha menciptakan pekerjaan, bukan mereka yg sibuk cari kerjaan....
Itulah juga situasi dengan negara lain. Saya pikir membayar untuk menjadi kreatif dan fleksibel dalam pasar kerja sulit.
avatar rofiek
0
 
 
mantap gan...indonesia butuh mandiri biar jadi negara maju..
avatar Blogger Media
0
 
 
Selamat ya, telah menjadi 25 finalis Compfest 2011
avatar teakoes
0
 
 
makasih kawan buat ucapannya, Alhamdulillah hasil akhirnya menempatkan saya diposisi 24...jd harus lebih banyak belajar nulis lagi :)
tetap semangat & selalu berkarya dimanapun kita berada kawan :D

http://www.compfest2011.com/pemenangbloggin g
avatar watch ar2432
0
 
 
mantap gan...indonesia butuh mandiri biar jadi negara maju.
makasih kawan buat ucapannya, Alhamdulillah hasil akhirnya
Tampilkan/Sembunyikan Form Komentar Please login to post comments or replies.