PERILAKU PENGENDARA MOTOR YANG MEMBAHAYAKAN KESELAMATAN (Bagian 3)

E-mail Cetak PDF

Setelah sekian lama tidak membuat tulisan baru, akhirnya saya punya kesempatan untuk meneruskan tulisan saya mengenai “Perilaku Pengendara Motor Yang Membahayakan Keselamatan” yang memasuki bagian ketiga.

Bagi yang belum membacanya dapat dilihat pada tulisan saya yang berjudul Perilaku Pengendara Motor Yang Membahayakan Keselamatan (bagian 1) dan (bagian 2). Tidak terasa ternyata saya sudah bersemedi terlalu lama dimana terakhir saya membuat tulisan tentang pengendara motor pada tanggal 30 Juli 2011, 2 minggu sebelum saya melahirkan bayi mungil yang sekarang berusia 20 bulan lebih J

Tanpa basa basi lagi, mari kita simak apa saja perilaku pengendara motor yang saya anggap dapat membahayakan keselamatan jiwa diri sendiri, keluarga maupun pengendara lain.

 

Membawa banyak barang

Seringkali kita temui pengendara motor yang membawa barang berupa kardus yang disusun dan diikat sedemikian rupa sampai tinggi. Dilihat dari gambar & tulisan dikardus, biasanya kardus-kardus tersebut berisi makanan ringan, mie instan ataupun barang lainnya. Dugaan saya, kardus-kardus itu dibawa oleh pedagang yang mungkin akan mengantarkan barang-barang dagangannya untuk di drop ke warung-warung langganannya.

Dilihat dari susunannya yang lebar dan tinggi, maka ada kemungkinan si pengendara mengalami kesulitan ketika akan berbelok karena tidak dapat melihat kearah belakang dari kaca spionnya maupun dengan cara menengokkan kepala sehingga si pengendara harus ekstra hati-hati jika tidak mau mengalami tabrakan atau senggolan dengan pengguna jalan lainnya.

Meskipun sudah memberikan tanda melalui lampu sign yang menunjukkan kendaraan kita akan berbelok namun dengan tingginya rasa ego pengguna jalan, jangan langsung terburu-buru untuk berbelok karena belum tentu kendaraan yang ada dibelakang kita memberi jalan kepada kita. Hal demikian sering mengakibatkan terjadinya tabrakan.

Selain itu, apabila beban yang dibawa terlalu berat dan disusun dalam keadaan tidak seimbang maka akan membuat tidak nyaman si pengendara motor ketika mengendarai motornya, motor bisa saja tiba-tiba oleng karena berat sebelah. Kemungkinan terburuk yang bisa terjadi adalah apabila ikatan kardus-kardus tersebut lepas sehingga barang bawaannya terjatuh dan berhamburan dijalan. Jika hal tersebut terjadi ketika jalanan dalam keadaan ramai lancar, banyak kendaraan yang akan mengerem mendadak ataupun tiba-tiba berbelok untuk menghindar dari jatuhan barang sehingga dapat menyebabkan tabrakan beruntun.

Membawa anak kecil lebih dari 2 (dua) orang

Pada tulisan sebelumnya (bagian 1), banyak pasangan suami istri yang bepergian membawa serta anak-anaknya dengan kendaraan motor, biasanya anak yang lebih besar duduk didepan sedang yang masih kecil duduk ditengah antara ayah dan ibunya.

Dalam tulisan ini, maksud dari membawa anak kecil lebih dari 2 (dua) orang yang hanya didampingi 1 (satu) orang dewasa sebagai pengendaranya. Umumnya ini terjadi ketika sang ayah atau ibu akan mengantarkan anak-anaknya kesekolah. Anggaplah anak-anak tersebut masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD), anak yang terkecil duduk ditengah sedangkan anak yang lebih besar duduk dibelakang. Adakalanya saya lihat, mereka tidak berpegangan pada ayah atau ibu mereka sehingga ketika motor tidak stabil karena menghindari kendaraan lain atau sesuatu, akan sangat rawan terjatuh. Belum lagi apabila mereka mengantuk karena harus berangkat pagi-pagi, bisa saja mereka tertidur sehingga merosot dan terjatuh dari motor.

Selain itu, pada umumnya orang tua tidak membelikan atau memakaikan helm untuk anak-anaknya. Jangankan untuk anak-anaknya, dirinya sendiri pun tidak membiasakan untuk menggunakan helm baik ketika perjalanan dekat maupun perjalanan jauh (kecuali ditempat-tempat yang sangat ketat dalam menerapkan penggunaan helm) barulah mereka mengunakan helm namun hal tersebut dilakukan karena takut ditilang atau berurusan dengan polisi, bukan karena kesadaran akan keselamatan dirinya. Jadi jangan heran apabila banyak kita temui anak-anak usia sekolah yang mengendarai motor tanpa menggunakan helm, mengendarai motor secara ugal-ugalan dan berboncengan tiga orang karena mereka mencontoh perilaku dari orang dewasa.

Berhenti melebihi trotoar pada saat lampu merah

Saat ini, beberapa lampu merah sudah dilengkapi dengan fasilitas waktu perhitungan mundur (counting down timer) secara digital pada saat perubahan dari lampu merah ke lampu hijau dan sebaliknya. Dengan adanya waktu tersebut, semua pengendara kendaraan bermotor menjadi tahu kapan harus berhenti ketika akan lampu merah dan berjalan ketika lampu hijau. Detik-detik terakhir itulah yang biasanya dimanfaatkan oleh pengendara motor untuk bersiap-siap melaju dengan cara maju sedikit demi sedikit sampai melewati zebra cross. Cara tersebut digunakan supaya ketika lampu sudah hijau maka mereka bisa langsung memacu kendaraannya.

Dilihat dari segi waktu, mereka memanfaatkan waktu dengan sangat baik yaitu ketika lampu hijau sudah menyala, mereka segera langsung jalan sehingga akan mengurangi kemacetan kendaraan di belakangnya karena dengan waktu yang ada maka kendaraan yang lolos dari lampu lalu lintas tersebut semakin lebih banyak. Namun kita juga harus melihat dari sudut pandang yang lain.

Dibeberapa perempatan yang ada rambu lalu lintasnya, pergantian nyala lampu bergerak searah jarum jam. Agar lebih mudah membayangkan, maka akan saya gunakan angka yang ada pada jam. Misalkan saat ini lampu hijau sedang menyala pada arah jam 3 maka lampu yang menyala pada jam 6, 9 dan 12 adalah merah. Karena searah jarum jam maka lampu hijau yang akan menyala selanjutnya adalah lampu pada arah jam 6. Ketika waktu perhitungan mundur pada jam 6 hanya tinggal beberapa detik maka banyak kendaraan motor yang mulai maju melebihi zebra cross. Hal tersebut menyebabkan jalan menjadi sempit sehingga kendaraan dari arah jam 3 harus lebih hati-hati dengan cara mengurangi kecepatan kendaraannya.

Namun seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa waktu perhitungan mundur tersebut juga menjadi tanda ketika akan lampu merah, maka adakalanya kendaraan dari arah jam 3 akan memacu kendaraannya lebih cepat supaya tidak terkena lampu merah. Titik rawan terjadi ketika ada kendaraan dari arah jam 3 melaju dengan cepat padahal kendaraan dari arah jam 6 sudah sangat maju bahkan hampir ke tengah jalan, jika tidak hati-hati maka akan terjadi tabrakan ataupun sekedar senggolan antar kendaraan.

Satu hal lagi, meskipun tanpa dilengkapi waktu perhitungan mundur, namun jika kita sudah biasa melewati jalan atau perempatan yang ada maka kita akan hapal kapan waktunya lampu merah maupun lampu hijau sehingga disetiap perempatan (yang tidak dijaga polisi) akan terjadi hal demikian.

Memakai kain atau baju panjang

Mengapa memakai kain atau baju panjang dapat membahayakan keselamatan pengendara motor? Jawabnya karena kain atau baju panjang tersebut dapat tersangkut pada roda motor yang sedang berputar sehingga dipengendara dapat tertarik hingga terjatuh.

Hal ini pernah terjadi pada saudara saya yang saat itu akan menghadiri acara pernikahan temannya. Bukan rahasia umum ketika akan menghadiri pesta penikahan, yang namanya perempuan akan berusaha tampil cantik dan mengenakan pakaian yang sopan dan rapi. Ketika itu saudara saya mengenakan baju muslim panjang lengkap dengan kain selendang panjang berboncengan dengan suami dan anaknya.

Mungkin karena sibuk memegang atau mengendong anaknya yang masih kecil, dia tidak menyadari kalau selendang yang dikenakannya meluncur kebawah dan tersangkut di roda motor. Akibatnya, dia dan anaknya tertarik dan akhirnya terjatuh. Alhamdulillah mereka tidak terluka parah dan tidak ada kendaraan yang menabrak dari belakang.

Dari kejadian tersebut, ada baiknya kita berhati-hati dalam menggunakan pakaian panjang ketika sedang mengendarai atau membonceng motor karena ada kemungkinan kejadian yang dialami saudara saya tersebut juga bisa terjadi pada orang lain.

Hal lain yang berkaitan dengan baju panjang adalah adakalanya baju panjang yang dipakai menutupi lampu sign sehingga ketika lampu sign dinyalakan ketika akan berbelok, pengendara dibelakangnya tidak mengetahui karena memang tertutup oleh baju panjang tersebut. Ini juga bisa terjadi ketika hujan dimana jas hujan yang dipakai sering menutupi lampu sign motor.

Memakai baju seksi atau minim

Kebalikan dari baju panjang yang sudah saya sebutkan diatas adalah baju seksi atau minim yang apabila dikenakan oleh perempuan cantik dapat membahayakan keselamatan jiwa pengendara lain. Mengapa demikian?

Dengan adanya motor matic, semakin banyak perempuan yang membawa kendaraan bermotor sendiri sehingga tidak lagi bergantung pada laki-laki. Adakalanya mereka berkendara dengan pakaian minim seperti mengenakan hot pants, tank top ataupun pakaian minim lainnya dijalan raya. Dengan adanya “pemandangan indah” tersebut tidak menutup kemungkinan membuat pengendara lain baik mobil ataupun motor melirik bahkan memandang kearah perempuan tersebut. Apabila pandangan tersebut dilakukan dalam waktu yang lama, konsentrasi pengendara tersebut menjadi buyar sehingga menabrak kendaraan di depannya yang sedang berhenti.

Namun saya juga belum tahu pasti apakah hal ini pernah terjadi pada anda ataupun pengendara kendaraan bermotor lainnya karena khusus hal yang satu ini, saya hanya iseng menulisnya supaya tulisan saya tidak terasa kaku dan hambar

 

Komentar

avatar teknik Listrik
0
 
 
wah sungguh artikel yang sngat realistis dengan keadaan di negara kita ini terimakaisih sudah share kawan
avatar ByPhotoworks
0
 
 
Memang sungguh suatu dilema, kemajuan teknologi baik otomotif dan lainya selalu membawa dampak buruk bila kita tidak bijak dalam mengoperasikann ya disadari maupun tidak. Mudah2an melalui artikel sahabatku ini dapat sedikit banyak menggugah kesadaran kita dalam etika berkendaraan. Thanks sudah berbagi sob, sukses selalu.
avatar eSPer
0
 
 
klo saya yg paling bahaya karena saya sering tidur sambil bermotor :-D
Tampilkan/Sembunyikan Form Komentar Please login to post comments or replies.