SUDAHKAH ANDA BERSYUKUR HARI INI? (Bagian 2)

E-mail Cetak PDF

Tanpa banyak kata-kata dan melanjutkan tulisan sebelumnya, berikut hal lainnya yang bisa kita syukuri dalam kehidupan kita sehari-hari :

Pekerjaan

Apakah anda merasa lelah dengan pekerjaan yang menumpuk tiada habisnya dan bahkan bertambah banyak setiap harinya padahal gaji atau penghasilan yang anda dapatkan sangatlah kecil? Atau anda tengah merasa “gemas” dengan atasan karena memperlakukan anda tidak adil padahal sudah bekerja sesuai aturan yang berlaku dengan beban kerja yang banyak sedangkan rekan kerja yang menurut anda tidak memiliki kontribusi justru diperlakukan lebih baik oleh atasan? Atau anda mulai jenuh dengan rutinitas kehidupan anda menjadi penglaju yang harus berangkat pagi dan pulang malam sehingga kurang memiliki quality time bersama keluarga karena bergelut dengan kemacetan?

Jika anda memiliki kemampuan lebih dan keberanian, sebaiknya anda berhenti dari pekerjaan anda sekarang demi kesehatan fisik dan jiwa anda yang pada akhirnya berpengaruh pada kehidupan keluarga terutama anak-anak anda. Anda bisa pindah mencari pekerjaan di tempat lain yang (mungkin) lebih menjanjikan (baik dari segi waktu, lokasi dan penghasilan) atau bahkan membuka usaha sendiri sehingga anda bisa menjadi bos di perusahaan anda. Bagi anda yang perempuan, dengan kemajuan teknologi saat ini anda bisa bekerja di rumah sambil mengasuh anak-anak.

 

Namun apabila anda merasa tidak memiliki kemampuan lebih untuk “dijual” di tempat lain ataupun keberanian untuk berhenti bekerja ditempat anda sekarang, maka hal yang bisa saya sarankan adalah bersyukur karena anda (masih) memiliki pekerjaan dan nikmati saja pekerjaan yang anda hadapi sekarang ini. Dengan bersyukur dan menikmati setiap momen pekerjaan anda, kemungkinan pekerjaan yang tengah anda hadapi dapat terselesaikan karena anda kerjakan sedikit demi sedikit. Percayalah, terus menerus mengeluh tidak akan menyelesaikan pekerjaan yang ada di depan mata anda. Hal itu justru akan menambah beban pikiran anda dan menurunkan “nilai” anda di mata rekan kerja maupun atasan.

Mungkin anda berfikir saya menganggap sepele pekerjaan yang anda lakukan karena tidak mengalaminya sendiri betapa berat pekerjaan anda. Anda salah jika berfikir seperti itu, karena saya juga bekerja seperti anda dan kadang mengalami hal-hal yang telah saya sebutkan diatas. Namun, satu hal yang saya yakini adalah setiap pekerjaan memiliki resiko sendiri (baik besar maupun kecil) dan setiap orang yang bekerja memiliki hak dan kewajiban yang harus di tanggungnya. Jangan hanya menuntut hak namun tidak menjalankan kewajiban, namun jika anda sudah “merasa” menjalankan kewajiban dengan baik tetapi tidak mendapatkan keadilan dari atasan, mungkin atasan anda memiliki pertimbangan-pertimbangan tertentu.

Saya jadi teringat dengan kata-kata seorang teman, “lebih baik pusing karena banyak kerjaan dari pada pusing karena tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan”. Saya mengalami beberapa kali pindah kerja sebelum menjadi pegawai tetap di tempat bekerja saya saat ini, sehingga ketika saya merasa lelah dengan pekerjaan saya, saya akan mengingat kembali masa-masa dimana saya berkali-kali melamar pekerjaan dan selalu ditolak :D

Maka dari itu, bersyukurlah karena memiliki pekerjaan meskipun gajinya kecil dengan beban kerja yang berat, diperlakukan tidak adil oleh atasan ataupun hal lainnya yang dapat membuat anda frustasi. Susahnya memperoleh pekerjaan idaman saat ini, menyebabkan banyak orang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap.

Untuk mengatasi penghasilan yang kecil, anda bisa melakukan pekerjaan atau mencari penghasilan tambahan seperti berjualan baju, kerudung, mukena, pulsa ataupun makanan yang bisa anda tawarkan ke teman-teman kantor anda. Kebetulan ibu saya hobby memasak, sehingga setiap hari saya menawarkan menu masakan yang berbeda dengan harga yang terjangkau kepada beberapa teman dikantor. Ibu saya tidak terlalu mematok harga tinggi meskipun harga-harga bahan pokok sedang mahal, karena ibu sekalian membuatkan masakan untuk bekal saya dan Endry serta untuk makan kami sekeluarga. Dengan berjualan makanan, ibu bisa lebih menghemat pengeluaran untuk belanja.

Apabila hal-hal yang sudah saya sebutkan sudah ada yang melakukan, cari alternatif lain dengan mengembangkan potensi yang ada di dalam diri anda. Misalnya saja mengikuti lomba menulis atau mengirim tulisan ke media massa yang menawarkan bayaran untuk setiap tulisan yang layak di publikasikan. Anda juga bisa menawarkan jasa lainnya seperti bimbingan belajar atau mengaji disetiap akhir pekan kepada tetangga dirumah.

Apabila penghasilan tambahan tidak bisa atau sulit anda dapatkan, berarti anda harus mengatur ulang pengeluaran anda agar tidak besar pasak dari pada tiang. Anda harus membedakan antara “keinginan dengan kebutuhan” ketika akan melakukan atau membeli sesuatu.

Apabila anda ingin menghemat pengeluaran makan anda, anda bisa memasak sendiri baik untuk di rumah maupun bekal ke kantor. Kalau itu juga sulit dilakukan, anda bisa puasa Senin Kamis hehehehe mungkin awalnya kita berniat puasa karena ingin menghemat pengeluaran namun jika itu dilakukan terus menerus, kemungkinan niat awal kita tadi berubah menjadi niat untuk beribadah apalagi berpuasa memiliki banyak manfaat.

Untuk menghemat biaya transportasi, bagi anda yang membawa kendaraan sendiri (terutama motor), anda bisa bergabung dengan ojek online. Ketika akan berangkat kerja, anda bisa mengaktifkannya dan mencari penumpang yang searah dengan tempat kerja anda. Dan ketika pulang, anda bisa mengaktifkannya lagi. Begitulah cerita driver ojek online yang pernah saya tumpangi.

Bagaimana...apakah anda mau bertahan di tempat kerja anda sekarang atau berhenti?

 

Komentar

Tampilkan/Sembunyikan Form Komentar Please login to post comments or replies.