Anak

Cerita Anak : "Doa & Usaha Membuahkan Hasil Yang Manis"

E-mail Cetak PDF

Nama ku Siti Nurjannah. Aku tinggal di sebuah desa terpencil yang sangat indah dan sejuk, disana sini masih terlihat hijaunya pohon dan terdengar merdunya kicau burung. Hidupku sangatlah bahagia. Namun, sejak bapakku meninggal 3 tahun yang lalu akibat kecelakaan, ibu harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupku dan kedua adikku yang masih kecil. Sebagai anak pertama, aku harus membantu ibu mencari uang dengan cara menjual kayu bakar, hasil kebun dan ternak di pasar. Meski demikian, hidup kami masih terbilang pas-pasan.

Siti…ayo bangun, adzan Subuh sudah berkumandang,” ibu membangunkan ku untuk shalat Subuh. “Selesai shalat, kamu langsung mandi kemudian sarapan ya. Hari ini kita harus mengantar kayu pesanan mbah Binah.”

“Baik bu,” sambil mengusap-usap mata dan menguap aku beranjak dari tempat tidur.

Sebenarnya aku mengantuk sekali, semalam aku belajar hingga larut karena akan mengikuti ujian masuk SMP. Nilai-nilai ku harus bagus supaya bisa mendapatkan beasiswa yang disediakan oleh pak Lurah untuk anak-anak kurang mampu yang berprestasi. Aku berusaha mendapatkan beasiswa itu demi melanjutkan sekolahku, dengan demikian aku bisa sedikit meringankan beban ibuku.

“Memangnya mbah Binah pesan berapa ikat kayu bu?” aku bertanya sambil melahap nasi dan tempe bacem yang sudah disediakan ibu untuk sarapanku pagi ini.


0 Komentar..
LAST_UPDATED2
Selanjutnya...

Cerita Anak : "Tersesat Di Hutan"

E-mail Cetak PDF

tersesat d hutan“Ayo Sinta cepat habiskan makananmu karena kamu harus membantu ibu mencari kayu di pinggir hutan,” kata ibuku suatu pagi.

“Jangan hari ini ya bu karena aku mau ke rumah Maya untuk mengerjakan PR matematika,” jawabku. “Lagipula kan ada mas Seno yang bisa membantu ibu.”

“Persediaan kayu bakar kita hanya tersisa untuk masak hari ini, kalau tidak mencari sekarang besok kita masak pakai apa?” ibu memberi penjelasan.

“Hari ini bapak ada pertemuan di Balai Desa sedangkan mas Seno harus memperbaiki kandang ayam yang rusak,” jawab bapakku yang tiba-tiba sudah ada disampingku. “Mbak Yanti sendiri harus membersihkan rumah dan menjaga kedua adikmu.”

Aku adalah anak ketiga dari lima bersaudara. Mbak Yanti adalah anak pertama, sekarang dia duduk di kelas 6 SD sedangkan mas Seno di kelas 5. Aku sendiri masih kelas 3 SD dan kedua adikku Tono dan Tini baru berusia 4 tahun, mereka adalah anak kembar. Bapakku seorang guru SD dan ibuku hanya seorang ibu rumah tangga. Sejak kecil kami sudah biasa membantu pekerjaan orang tua kami. Kami harus mencari kayu bakar yang akan digunakan untuk memasak dan apabila kayu yang kami peroleh sangat banyak, ibu akan menjualnya ke pasar. Selain itu, kami juga menjual hasil kebun dan ternak ayam. Kami harus mencari uang tambahan karena penghasilan bapakku sebagai guru SD tidak mampu mencukupi kehidupan kami apalagi kami termasuk keluarga besar.


1 Komentar..
LAST_UPDATED2
Selanjutnya...

Cerita Anak : "Banjir lagi...Banjir lagi..."

E-mail Cetak PDF

cerita anakSudah berulang kali ku pencet tombol remote control TV ku tapi tetap saja semua saluran TV sedang menyiarkan berita tentang banjir yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia

salah satunya adalah Jakarta, Padahal aku sedang menunggu film kartun kesukaanku.

Akhirnya aku menggerutu sendirian karena kesal, “Aduh...kok nggak ada Shinchan sih.”

“Ada apa Mir, kok marah-marah sendirian,” tiba-tiba ayah sudah berdiri dibelakangku.

“Lihat tuh, muka kamu jadi jelek kalau sedang marah begitu,” kata ayah sambil tersenyum menggodaku.

“Eh..ayah sudah pulang dari kantor,” jawab ku sambil mencium tangan ayah.

“Ini yah, Amir lagi nunggu film kartun tapi yang ditayangkan malah berita tentang banjir. Selain Jakarta, sekarang ini banyak sekali daerah yang terkena banjir ya Yah,” aku menunjuk kearah TV yang sedang menyiarkan berita dari daerah yang terkena banjir.

Ayah hanya tersenyum mendengar jawabanku. “Ya sudah, kamu nonton berita banjir saja,” usul ayah. “Sekali-sekali nonton berita di TV bagus untuk menambah wawasan dan pengetahuan kamu tentang keadaan di daerah lain di Indonesia bahkan di luar negeri.

Kalau begitu ayah mandi dulu ya, ngobrolnya kita lanjutkan nanti malam saja yaa..,” ayah menepuk pundak ku kemudian meninggalkan aku yang masih saja mengutak-atik remote control untuk mencari kalau-kalau saja ada acara yang bagus selain berita banjir itu.


0 Komentar..
LAST_UPDATED2
Selanjutnya...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL