Realita

PERILAKU PENGENDARA MOTOR YANG MEMBAHAYAKAN KESELAMATAN (Bagian 1)

E-mail Cetak PDF

Ada berapa buah motor yang anda miliki di rumah? Hanya 1 (satu) buah atau lebih?

Saat ini, adanya kemudahan dalam pembelian sepeda motor baik tunai maupun kredit mendorong masyarakat untuk memiliki motor yang cenderung mempermudah kita untuk melakukan perjalanan dari tempat yang satu ke tempat lain dalam jangka waktu relatif lebih cepat dibandingkan kendaraan lainnya, misalnya untuk bekerja, sekolah/kuliah, belanja ke pasar/supermarket dan lain-lain.

Selain itu, masalah kemacetan dan fasilitas transportasi yang masih jauh dari kata aman dan nyaman membuat orang lebih memilih kendaraan pribadi baik mobil ataupun motor. Seperti kita ketahui, angkutan umum yang ada baik angkutan kota (angkot), bis, kereta api dan bahkan busway bagi sebagian orang masih dianggap rawan akan berbagai kejahatan seperti pencopetan, pelecehan seksual dan lainnya padahal kebanyakan masyarakat terutama yang bekerja di Jakarta hidup sebagai penglaju (commuter) yaitu orang yang pulang pergi setiap hari dari daerah pemukimannya di pinggir kota menuju pusat kota untuk bekerja.

Namun, meningkatnya jumlah kendaraan roda dua tersebut tidak diimbangi dengan kualitas pengendaranya. Berdasarkan pengamatan saya dijalan, ada beberapa perilaku pengendara motor yang dapat membahayakan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya, yaitu :


5 Komentar..
LAST_UPDATED2
Selanjutnya...

INOVASI TIADA HENTI MENUJU MASYARAKAT BERKEHIDUPAN MANDIRI

E-mail Cetak PDF

Di era globalisasi dan pasar bebas seperti sekarang ini, persaingan di bidang ekonomi semakin hari semakin ketat. Untuk tetap bisa survive dalam persaingan tersebut, selain bekerja lebih keras, kita juga dituntut untuk selalu berfikir kreatif dan menciptakan inovasi sehingga bisa memperoleh hasil yang lebih baik. Kreativitas menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia untuk menciptakan sesuatu yang berbeda, unik dan spesial sehingga tidak terlihat biasa-biasa saja dimata orang lain. Untuk bisa berfikir kreatif dan menciptakan inovasi, tidak ada salahnya jika kita “berfikir diluar kotak” (thinking outside the box).

Seperti kita kita ketahui, susahnya memperoleh pekerjaan terjadi karena jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja. Hal ini berdampak pada tingginya tingkat pengangguran di negara kita sehingga banyak orang yang kemudian memutuskan untuk bekerja keluar negeri menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) ataupun TKW (Tenaga Kerja Wanita) meskipun dengan resiko yang sangat besar.

Namun, diantara sekian banyak orang yang lebih memilih untuk menjadi pegawai atau karyawan, ternyata ada sebagian kecil orang yang berhasil menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain melalui hasil kreativitas dan inovasi yang diciptakannya. Orang-orang tersebut sangat jeli dalam melihat dan menangkap peluang yang mungkin sama sekali tidak pernah terfikirkan oleh orang lain karena mereka mampu “berfikir diluar kotak”.
11 Komentar..

LAST_UPDATED2
Selanjutnya...

RATA-RATA NILAI RAPORT 8, PARA SISWA BOLEH BERAMBUT GONDRONG

E-mail Cetak PDF

Seperti biasa saya menyempatkan diri untuk menonton Opera Van Java di Trans7 karena kelucuan para wayangnya cukup menghilangkan penat dikepala setelah seharian bekerja dikantor dan menjadi seorang penglaju. Pada kamis tanggal 5 Mei 2011 kemarin, ada yang unik dari tayangan OVJ ini. Bukan karena jalan ceritanya atau bintang tamu yang di undang tetapi saya lebih tertarik pada penonton yang memakai seragam SMU namun berambut gondrong.

Sebelum cerita dimulai, dalang Parto menyapa para penonton yang hadir di studio. Saat itu dia memperkenalkan bahwa para penonton yang berambut gondrong tersebut merupakan anak-anak SMU yang memang diperbolehkan memiliki rambut gondrong dengan syarat rata-rata nilai raportnya adalah 8 (delapan). Maka dalang Parto pun bilang bahwa anak-anak yang berambut gondrong itu sebenarnya justru anak-anak pintar di sekolahnya. Saya pun jadi terkesima, ternyata sekolah ini cukup “berani” membuat suatu peraturan yang berbeda dari sekolah lainnya karena biasanya para siswa dilarang untuk memiliki rambut panjang atau biasa disebut gondrong.


0 Komentar..
LAST_UPDATED2
Selanjutnya...

PERJUANGAN HIDUP SEORANG PENGLAJU (COMMUTER)

E-mail Cetak PDF

Dewasa ini, fenomena penglaju atau commuter semakin jelas terlihat terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Selain sebagai pusat pemerintahan, Jakarta juga menjadi pusat perekonomian dimana gedung-gedung perkantoran baik negeri maupun swasta banyak terpusat disini. Kepadatan jumlah penduduk akibat arus urbanisasi dan tingginya angka kelahiran yang tidak diimbangi dengan penyediaan lahan pemukiman menyebabkan harga tanah dan rumah menjadi sangat mahal, hal ini sesuai hukum pasar dimana permintaan (atau kebutuhan akan rumah) bertambah maka harga akan mahal. Pada akhirnya, banyak orang (terutama yang sudah berkeluarga) akan mencari pemukiman/perumahan di luar kota Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi karena relatif masih terjangkau harganya. Konsekuensinya adalah jarak yang harus ditempuh dari tempat tinggal menuju tempat bekerja menjadi semakin jauh sehingga memerlukan waktu yang lebih lama untuk tiba di kantor.


6 Komentar..
LAST_UPDATED2
Selanjutnya...

Punahnya Toilet Jongkok Di Tempat Umum

E-mail Cetak PDF

Sudah setahun lebih saya menempati gedung kantor yang baru. Meski ruangannya lebih sempit dari tempat sebelumnya namun karena masih baru, ruang kerja lebih bersih dengan penataan meja yang lebih rapi. Selain itu, ada taman tepat didepan ruangan sehingga jika sudah merasa jenuh, saya akan keluar ruangan untuk memandangi pohon ataupun ikan yang ada ditaman tersebut. Di setiap lantai gedung ini pun tersedia fasilitas mushalla sehingga saya tidak perlu naik turun untuk menjalankan kewajiban saya sebagai seorang muslim.

Namun, dimana ada kelebihan disana pasti ada juga kekurangannya. Bagi saya, kekurangan dari gedung ini adalah tidak seimbangnya penyediaan antara toilet duduk dengan toilet jongkok dimana jumlah toilet duduk lebih banyak dari toilet jongkok. Mungkin orang yang merancang bangunan ini beranggapan bahwa di jaman yang modern ini toilet jongkok sudah jarang digunakan oleh orang. Namun pada kenyataannya, minimnya toilet jongkok yang ada dikantor saya yaitu hanya tersedia 1 (satu) buah toilet jongkok menyebabkan adakalanya “pengemar” toilet jongkok termasuk saya harus rela mengantri meskipun ada toilet duduk yang kosong atau sedang tidak ada yang menggunakannya.


22 Komentar..
LAST_UPDATED2
Selanjutnya...

Gunakan Jembatan Penyeberangan Demi Keselamatan Anda

E-mail Cetak PDF

menyembrang tidak pada tempatnya

Apakah anda masih ingat atau sudah mengetahui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang sempat disosialisasikan beberapa waktu yang lalu? Dikeluarkannya Undang-undang tersebut sempat membuat resah masyarakat pengguna jalan terutama pemilik kendaraan bermotor karena sanksi atau denda yang dikenakan atas satu pelanggaran dianggap terlalu memberatkan. Selain itu ada beberapa peraturan yang dianggap rancu karena tidak jelas maksudnya.

Saya tidak akan membahas masalah yang berkaitan dengan pengguna kendaraan bermotor namun saya tertarik untuk membahas tentang pejalan kaki yang kerap tidak memanfaatkan jembatan penyeberangan ketika menyeberang jalan padahal fasilitas tersebut telah disediakan.

Di dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Bagian Keenam disebutkan mengenai Hak dan Kewajiban Pejalan Kaki dalam Berlalu Lintas.


7 Komentar..
LAST_UPDATED2
Selanjutnya...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL